Pokok-pokok penting yang ada didalam bab ini mencakup hal-hal penting berikut:
Ø MRP adalah sistem informasi yang digunakan untuk merencanakan dan mengendalikan proses manufaktur. Ada tiga tipe sistem MRP : tipe 1,suatu sistem pengendalian sediaan (peluncuran pesanan), tipe 2,suatu sistem pengendalian produksi dan sediaan (lingkungan tertutup), tipe 3,suatu sistem perencanaan suber daya manufaktur. Masing-masing sistem memperluas jangkauan dan penggunaan MRP.
Ø Sistem MPR dan sistem titik pemesanan MPR menguatkan keraguan orang tergadap konsep-konsep tradisional yang digunakan untuk mengelola sediaan. Sistem pemesananyang dibahan di bab tidak bekerja secara baik untuk pengelolaan sediaan yang tergantung permintaan pasar. Akan tetapi sebelum kedatangan MPR memang tidak ada pilihan lain. Perusahaan manufaktur semua sediaan dengan sistem titik pemesanan.
Ø Elemen-elemen MPR adalah penjadwalan induk tujuan nya menetukan autput fungsi operasi penjadwalan induk menggerakkan keseluruhan proses perencanaan bahan. Jadwal induk oleh george plossl digambarkan sebagai pegangan manajemen puncak dalam bisnis. Bagan bahan adalah daftar terstruktur dari semua bahan atau barang yang diperlukan untuk membuat barang jadi, rakitan, subrakitan, bagian yang akan dibuat atau bagian yang akan dibeli. Perencanaan kapasitas tujuannya adalah memeriksa kelayakan jadwal induk ada dua perencanaan kapasitas yang dapat diterapkan: perencanaan kapasitas dan pembebanan bengkel. Pengendalian pengelola bengkel bertujuan menyampaikan pesanan kepada kerja bengkel dan pengelola pesanan dengan cara mereka di pabrik untuk menjamin agar selesai tepat waktu.
Ø Proses pemecahan bagian (parts explosion mempunyai tiga masukan utama: jadwal induk,bagan bahan catatan sediaan. Ada dua keluaran utama: pesanan pembelian dan pesanan bengkel. Pemecahan bagian adalah inti sistem MRP.
Ø MRP menggunakan filosofi kebutuhan dimana suku cadang hanya dipesan bila dibutuhkan oleh induk. Permintaan dimasa lalu tidak relevan dan komponen sediaan tidak ditambah kembali walaupun berada pada tingkat yang rendah.
Ø Jadwal induk harus didasarkan pada pertimbangan produksi dan pemasaran. Jadwal induk harus menunjukkan perencanaan kerja yang realistis dalam hubungan dengan kapasitas pabrik. Manajemen puncak harus menggunakan jadwal induk untuk merencanakan dan mengendalikan bisnis.
Ø Bagan bahan yang memuat daftar suku cadang yang digunakan untuk membuat produk. Untuk mempertahankan keakuratan bagan bahan yang diperlukan sistem pemerintah perubahan teknik.
Ø Keakuratan catatan sediaan sebaiknya dipelihara melalui cara penghitungan siklus. Perhitungan siklus harian dapat digunakan sebagai ganti penghitungan sediaan fisik tahunan.
Ø Sistem MRP yang sukses mensyaratkan: 1 dukungan komputer yang memadai, 2 data akurat, 3dukungan pihak manajemen, 4 pengetahuan pemakaian. Masalah sistem atau masalah manusia kedua-duanya harus dipecahkan untuk kesuksesan penggunaan MRP. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika hal diatas dilakukan: pengurangan sediaan, peningkatan pelayanan konsumen dan peningkatan efesiensi.
Ø Semua perusahaan manufaktur dan jasa dapat memperoleh manfaat dari MRP jika dipasang dan dioperasikan dengan tepat. Termasuk perusahaan besar dan kecil serta seluruh jenis industri.
Kritik saya dalam bab ini: materinya sudah cukup bagus akan tetapi adanya kata-kata yang banyak tidak dimengerti sehingga menyulitkan sipembaca dalam mengetahuai isi dalam bab tersebut.
Kelebihannya :dimana setiap bagian-bagiannya dijelaskan secara rinci sehingga sipembaca mengetahuijelas apa yang dipelajari dalam bab tersebut dan materinya sudah lumayan lengkap dan mudah dimengerti sipembaca.
0 Response to "Perencanaan kebutuhan bahan (MRP)"
Post a Comment