Tuesday, June 9, 2015

MANUFAKTURING JUST-IN-TIME

Sistem JIT sebagai pendekatan utama bagi manufakturing berulang. Hal inidicapai dengan sistem pengendalian produksi visual yang sederhana dan pengabdian terhadap pengurangan konstan dalam sediaan.

Topik-topik penting yang ada didalam bab ini mencakup tentang:

Ø JIT adalah suatu pendekatan yang berusaha menghilangkan semua sumber pemborosan, sesuatu yang tidak menambah nilai, didalam kegiatan produksi dengan menyeguhkan suku cadang yang tepat pada tempat dan tempat yang tepat. Selain menghilangkan pemborosan , JIT juga mempunyai satu prinsip utama yang lain didalam filosofinya, yaitu memanfaatkan sepenuhnya kemampuan pekerja. Akan tetapi tujuan JIT bukanlah peran serta pekerja sebaliknya adalah memperbaiki laba dan hasil atas investasi ,melalui pengurangan biaya, penurunan sediaan dan perbaikan mutu. Sarana untuk mencapai tujuan adalah menghilangkan pemborosan dan melibatkan para pekerja didalam proses produksi.

Ø Sistem JIT didasarkan atas filosofi untuk meniadakan pemborosan dam pemanfaatan kemampuan penuh dari setiappekerja. Sistem ini pada mulanya dikembangkan dijepang tetapi sekarang sudah digunakan di Amerika serikat.

Ø Tujuan JIT adalah untuk memperbaiki laba atas investasi. Hal ini dilakukan dengan menaikkan pendapatan, mengurangi biaya dan mengurangi investasi yang diperlukan.

Ø Untuk menggunakan JIT, jadwal induk harus distabilkan dan diratakan. Hal ini menuntut produksi harian yang konstan, didalam kerangka waktu jadwal induk, dan perakitan model bauran. Dampaknya ,permintaan terhadap pusat kerja sebelumnya hampir konstan

Ø Mengurangi waktu persiapan dan ukuran partai. Mengurangi waktu persiapan adalah menaikkan kapasitas yang tersedia, menaikkan keluwesan guna memenuhu perubahan jadwal, dan mengurangi sediaan.

Ø JIT mempengaruhi tata letak pabrik karna memerlukan lebih sedikit ruang dan mendorong pergerakan terhadap tata letak teknologi kelompok.

Ø JIT melakukan pekerjaan multifungsi yang bisa mengoperasikan beberapa mesin dan melakukan kegiatan persiapan, pemeliharaan, dan pemeriksaaan. Untuk bisa bergerak kearah tenaga kerja yang luwes diperlukan perubahan cara pemilihan,pelatihan, dan pemberian imbalan kepada pekerja.

Ø Hubungan baru dengan pemasok harus dibina agar JIT bisa bekerja. Diperlukan pengiriman yang sering kali dilakukan dan mutu yang andal. Kerap kali, kontrak sumber tunggal jangka panjang dilakukan dengan para pemasok.

Ø Sistem JIT paling cocok bagi manufakturing berulang. MRP cocok dengan pekerjaan pesanan atau produksi tumpuk dan sistem bauran MRP-JIT paling baik bagi manufakturing semiberulang.

Ø Penerapan sistem JIT menuntut kemajuan kegiatan bertahap. Manajemen puncak harus memberikan kepemimpinan dan dukungan. Jadwal perakitan akhir harus diratakan , diikuti dengan meratakan jadwal proses pabrikasi dan jadwal pemasok. Ukuran partai dan tenggang waktu harus dikurangi pada semua tahap produksi. Dibutuhkan pendidikan intensif bagi pekerja dan manajemen pada semua tingkat.



Kritik saya dalam bab ini adalah materi nya sudah lumayan bagus akan tetapi ada kekurangan dalam bab ini yaitu adanya gambar MPR dan JIT tidak ada penjelasannya sehingga membuat sipembaca tidak mengerti akan apa yang dimaksud dalam gambar tersebut.

Kelebihannya dimana dalam bab ini sudah bagus sekali karna semua bagian-bagiannya dijelaskan sehingga sipembaca memahami apa yang dipelajari dalam bab ini. Tidak menimbulkan banyaknya pertanyaan dalam bab ini karna dalam bab ini hampir semua jelas dan mudah dimengerti oleh sipembaca.

No comments:

Post a Comment